Feed on
Posts
comments

Kekuatan Kasih

Mengapa ada beberapa orang yang mampu melewati badai cobaan paling dahsyat dalam hidupnya dan tetap berdiri tegar. Sementara beberapa lainnya selalu mengeluh, complain terus tentang setiap gangguan kecil dalam hidupnya dan akhirnya semakin terpuruk?

Ada sebuah ilustrasi yang mungkin bisa menjadi renungan bagi kita.

‘Suatu saat, hidup seorang yang sangat dipenuhi oleh roh kasih dalam hidupnya. Ketika ia meninggal, semua orang mengira bahwa manusia sepertinya pasti langsung masuk ke Surga.

Tetapi karena sesuatu dan lain hal, malaikat di Surga berbuat kesalahan. Ia kelewatan nama orang itu dan berpikir karena orang tersebut tidak terdaftar di Surga, tempatnya adalah di ‘tempat satunya lagi’ dan ia langsung mengirimnya ke Neraka!

Dan di Neraka, tidak ada yang men-cek reservasi anda. Semua yang dibuang di sana adalah penghuni abadi. Jadi begitulah, orang tersebut tinggal tanpa membantah karena ia berpikir mungkin dia belum layak untuk tinggal di surga.

Hanya seminggu kemudian, Raja Iblis pergi ke Surga. Marah-marah menuduh bahwa Kerajaan Surga telah melakukan terorisme di Neraka.

‘Ada apa?’, tanya malaikat Surga.

Sang Raja Iblis berteriak dengan murka.

“Apa maksud kalian mengirim orang ini ke Neraka. Dia benar-benar merusak tempatku. Sejak awal, dia tidak pernah membalas siapa pun yang menyakitinya. Malahan ia selalu mendengarkan, mengasihi dan menghibur yang lain. Sekarang semua penghuni di sekeliling orang ini mulai saling memeluk dan mengasihi satu dengan lainnya. Ini bukan Neraka yang ku-kehendaki. Ini orangnya aku kembalikan, aku tidak perduli. Pokoknya aku tidak bisa menerimanya di kerajaan-ku!”

Saudaraku terkasih,

“Mari hiduplah dengan penuh cinta dan kasih dalam hatimu. Sehingga apa pun yang terjadi denganmu, sampai sekalipun malaikat melakukan kesalahan dan mengirim-mu ke Neraka, Sang Iblis sendiri yang akan mengantarmu kembali ke Surga.”

Percayalah kekuatan kasih dapat mengalahkan segalanya…

Bookmark and Share

Kisah Mawar

Mawar merah adalah kecintaannya, nama orangnya sendiri juga “Mawar”. Dan setiap tahun suaminya selalu mengirimkan mawar-mawar itu, diikat dengan pita indah. Pada tahun suaminya meninggal, dia mendapat kiriman mawar lagi. Kartunya tertulis “Be My Valentine like all the years before”.

Sebelumnya, setiap tahun suaminya mengirimkan mawar, dan kartunya selalu tertulis, “Aku mencintaimu lebih lagi tahun ini, … Kasihku selalu bertumbuh untukmu seturut waktu yang berlalu …” Dia tahu ini adalah terakhir kali suaminya mengirimkan mawar-mawar itu. Dia tahu suaminya memesan semua itu dengan bayar di muka sebelum hari pengiriman. Suaminya tidak tahu kalau dia akan meninggal. Dia selalu suka melakukan segala sesuatu sebelum waktunya. Sehingga ketika suaminya sangat sibuk sekalipun,segala sesuatunya dapat berjalan dengan baik.

Lalu Mawar memotong batang mawar-mawar itu dan menempatkan semuanya dalam satu vas bunga yang sangat indah. Dan meletakkan vas cantik itu disebelah potret suaminya tercinta. Kemudian dia akan betah duduk berjam-jam dikursi kesayangan suaminya sambil memandangi potret suaminya dan bunga-bunga mawar itu.

Setahun telah lewat, dan itu adalah saat yang sangat sulit baginya. Dengan kesendiriannya dijalaninya semua. Sampai hari ini Valentine ini.. Beberapa saat kemudian, bel pintu rumahnya berbunyi,… seperti hari-hari Valentine sebelumnya Ketika dibukanya, dilihatnya buket mawar di depan pintunya. Dibawanya masuk, dan tiba-tiba seakan terkejut melihatnya.

Kemudian dia langsung menelpon toko bunga itu… Ditanyakannya kenapa ada seseorang yang begitu kejam melakukan semua itu padanya, membuat dia teringat kepada suaminya..dan itu sangat menyakitkan …

Lalu pemilik toko itu menjawabnya, “Saya tahu kalau suami Nyonya telah meninggal lebih dari setahun yang lalu. Saya tahu anda akan menelpon dan ingin tahu mengapa semua ini terjadi … Begini Nyonya, … bunga yang anda terima hari ini sudah di bayar di muka oleh suami anda. Suami anda selalu merencanakan nya dulu dan rencana itu tidak akan berubah. Ada standing order di file saya, dan dia telah membayar semua… maka anda akan menerima bunga-bunga itu setiap tahun. Ada lagi yang harus anda ketahui, … Dia menulis surat special untuk anda … ditulisnya bertahun-tahun yang lalu…dimana harus saya kirimkan kepada anda satu tahun kemudian jika dia tidak muncul lagi di sini memesan bunga mawar untuk anda… Lalu, tahun kemarin, saya tidak temukan dia di sini, … maka surat itu harus saya kirimkan setahun lagi … yaitu tahun ini, … surat yang ada bersama dengan bunga itu sekarang… bersama dengan Nyonya saat ini.” Mawar mengucapkan terima kasih dan menutup telepon,… dia langsung menuju ke buket bunga mawar itu,…

Sedangkan air matanya terus menetes. Dengan tangan gemetar diambilnya surat itu Di dalam surat itu dilihatnya tulisan tangan suaminya menulis,
“Dear kekasihku, … Aku tahu ini sudah setahun semenjak aku pergi. Aku harap tidak sulit bagimu untuk menghadapi semua ini. Kau tahu, semua cinta yang pernah kita jalani membuat segalanya indah bagiku, Kau adalah istri yang sempurna bagiku. Kau juga adalah seorang teman dan kekasihku yang memberikan semua kebutuhanku. Aku tahu ini baru setahun, … Tapi tolong jangan bersedih …Aku ingin kau selalu bahagia, … Walaupun saat kau hapus air matamu … Itulah mengapa mawar-mawar itu akan selalu dikirimkan kepadamu. Ketika kau terima mawar itu, ingatlah semua kebahagiaan kita, dan betapa kita begitu diberkati … Aku selalu mengasihimu … dan aku tahu akan selalu mengasihimu … Tapi, … istriku, kau harus tetap berjalan … kau punya kehidupan… Cobalah untuk mencari kebahagiaan untuk dirimu. Aku tahu tidak akan mudah tapi pasti ada jalan. Bunga mawar itu akan selalu datang setiap tahun, … dan hanya akan berhenti ketika pintu rumahmu tidak ada yang menjawab dan pengantar bunga berhenti mengetuk pintu rumahmu … Tapi kemudian dia akan datang 5 kali hari itu, takut kalau engkau sedang pergi … Tapi jika pada kedatangannya yang terakhir dia tetap tidak menemukanmu … Dia akan meletakkan bunga itu ke tempat yang ku suruh … meletakkan bunga-bunga mawar itu ditempat dimana kita berdua bersama lagi.. untuk selamanya …

I LOVE YOU MORE THAN LAST YEAR, … HONEY …”

Sometimes in life, you find a special friend;
Someone who changes your life just by being part of it;
Someone who makes you laugh until you can’t stop;
Someone who makes you believe that there really is good in the world;
Someone who convinces you that there really is an unlocked door just waiting for you to open it.
This is Forever Friendship …
This is LOVE…

Bookmark and Share

Gua lahir dari 2 keluarga yg sangat berbeda

Keluarga mama gua, menurut silsilah, adalah keturunan bangsawan. Buat yg baca cerita Sam Kok ato Romance of The Three Kingdom, pasti tau Liu Bei kan? Salah satu penguasa dari 3 kerajaan yang mendirikan kerajaan Shu. Nah, believe it or not, menurut arsip di Cina sana, mama gua tuh masih tercatat sebagai keturunan langsung dari Liu Bei, buktinya waktu tahun 1999, waktu Hong Kong dikembalikan ke Cina oleh Inggris, mama gua diundang ke Cina sana sama pemerintahnya buat menyaksikan secara langsung proses penyerahan tersebut. Amazing, isn’t it?

Pas pertama kali denger gua juga agak ga percaya, tapi kalo gua inget2 Kakek gua yg meninggal beberapa taun yg lalu, gua masih teringat betapa “besar” dia di mata gua. I mean, pembawaannya kalem, santai, tapi wibawa yg terpancar dari sikap dan tutur katanya, bukan main. Mama gua cerita kalo Kakek gua tuh dulu waktu jaman perang kemerdekaan, termasuk salah satu tokoh Tionghoa yg dengan terang2an berani menentang penjajah. Di Garut sana, hampir semua orang tua generasi taun 40-70 kenal sama kakek gua. Dia terkenal sebagai orang yg baik, teman yg bijaksana, dan dokter gigi yg handal.

Mama gua tuh adik-kakaknya 10 bersaudara, dan semuanya tuh orang “luar biasa”, yah at least 5 diantara 10 orang masih luar biasa sampai sekarang. Adik mama gua ada yg jadi dokter gigi ternama di Kota Bandung, coba tanya deh sama orang tua generasi 90an yg tinggal di Bandung, siapa sih yg ga kenal Dokter Gigi Hanafi? Adik mama gua yg satu lagi, lulus S3 Cum Laude di Harvard, jurusan Arsitektur dan Tata Kota, skrg jadi professor dan ngajar di Amrik dan dia sebulan sekali bolak-balik ke Cina ngurusin berbagai macam proyek pembangunan di sana. Jalan, Bendungan, Pencakar Langit, dll. 3 orang lagi juga ga kalah jauh sama yg dua ini, mereka semua entrepreneur dan pengusaha sukses di Hong Kong dan Singapore. Masih inget Shaolin Kungfu Show tahun 2000 di Indonesia? Itu juga salah seorang adik mama gua yg jadi enterpreneurnya.

5 orang sisanya, termasuk mama gua, walopun ga jadi orang terkenal ato pengusaha sukses, tapi masing2 hidup dengan cara “luar biasa” masing2, meskipun idup ga selalu mulus. Mama gua misalnya, dia nyaris bisa segalanya kecuali nyetir mobil. Ngedesain baju, ngelukis, EO, semua bidang dia jalanin demi mencari nafkah untuk keluarganya. Dan mama gua punya indra keenam yg luar biasa, ga akan gua bahas di post gua kali ini, mungkin laen kali.

Bertolak belakang dengan keluarga papa gua. Keluarga papa gua, menurut silsilah dulunya petani kecil di Cina. Terus kakek nenek gua bareng kerabat2 dateng ke Indo buat mencari peruntungan. Mereka buka bisnis apotek, toko buku, percetakan, dan beranak-pinak sampe jadi clan Tionghoa gede di Indonesia. Sebagian besar keluarga papa gua kerja di bidang percetakan dan pengobatan, dan dari 4 bersaudara, cuma kakak laki2 papa gua aja yg usahanya sukses sampe sekarang. Sisanya, termasuk papa gua, naek turun ga jelas. Bener2 kontras banget situasinya kalo dibandingin sama keluarga mama gua. Mama gua dulu cerita kalo sodara2nya selalu ranking 1 di sekolah, dan jadi ketua OSIS. Semua pernah mengenyam perguruan tinggi, walopun ga semuanya kuliah sampe beres. Sementara papa gua? Lulus SMA aja kaga ;p Mungkin itu sebabnya hubungan papa dan mama gua ga gitu mulus. Yg satu “terlalu luar biasa”, yg satu lagi “keterlaluan biasanya”.

Anyway, di keluarga papa gua, di antara sepupu2, gua tuh termasuk yg paling kecil. Sepupu2 gua yg laen sekarang kebanyakan dah married dan punya anak. Umur rata2, 30an. Jadi ya, tiap kali kumpul2 keluarga, gua tuh udah kayak anak bawang gitu. Di keluarga mama gua, keadaannya tuh TERBALIK 180 derajat. Di antara sepupu2 gua yg ada di Indo, gua tuh yg paling gede. Sisanya, terpaut sekitar 8-12 taun beda umurnya sama gua. Gua inget waktu gua 3 SMA, gua tuh satu2nya yg SMA, sodara gua yg umurnya paling deket ma gua aja baru kelas 3 SMP, udah itu adik gua yg 1 SMP, dan kemudian peringkat ke 4 diduduki sodara gua yg baru kelas 3 SD…sisanya? Masih TK.

Hari ini tuh gua ada makan2 bareng keluarga mama gua gara2 ada kakak mama gua yg dateng dari Hong Kong. Setelah bertaun2 sejak Kakek gua meninggal, mungkin ini pertama kalinya 7 dari 10 bersaudara bisa kumpul bareng. Dan gua terbengong2… Kenapa? Gua kaget liat sepupu2 gua ternyata udah pada gede2!!! Yg dulunya gua bagaikan ikan Louhan raksasa dan perkasa yg dikelilingi ikan berenyit kecil mungil kerdil dekil, ga kerasa skrg mereka udah pada segede iguana (dan gua segede badak ;p)

I mean, di memori gua tuh, mereka adalah anak kecil ingusan yg suka lari2 ke sana kemari kayak cacing kesetanan sambil teriak2 ga penting. Tapi hari ini, terutama yg betina2, udah pada jadi cewe beneran. Duduk kalem, smsan, ngegosip, bahkan parada curhat ke gua soal cowo. WEW. Dan beberapa dari mereka, jadi cukup cantik n imut. Kalo dulu gua asa beban dikelilingin sama anak kecil, skrg sih gua jadi kebawa pede, jadi cowo ganteng sendiri di tengah2 anak ABG yg imut2, hehe (soalnya dd gua yg cowo jauh dari kata ganteng, wkwkwk, buluan sih iya ;p)

Anyway, time sure flies, eh? In the blink of an eye, so many years passed us by. Rasanya kemaren tuh gua baru aja masuk SMP, eh tau2nya skrg gua udah kuliah n 1-2 taun ke depan gua udah bakal lulus n gawe. Mungkin suatu hari nanti, gua bakal terbangun dengan istri gua sedang tidur lelap di samping gua, dan again, gua bakal terkejut kayak sekarang, betapa cepatnya sang waktu membawa hidup kita. Mungkin suatu hari nanti juga, gua bakal terkaget2 ngeliat salah seorang sepupu gua yg dulunya ingusan, udah jadi seorang wanita yg cantik, dan gua gendong anak gua, naek ke atas panggung, buat ngasih selamat.

Dan mungkin suatu hari nanti, gua bakal terbangun mendapati diri gua udah ga berada di dunia lagi, dan kehidupan yg singkat ini seolah2 hanya mimpi indah sesaat…I wonder

Live everyday with everything you’ve got, make each moment count…

Bookmark and Share

I See You

On this day of your life, Keven, we believe God wants you to know … that you learn what you do.

If you worry a lot, then day after day you are learning how to worry even better. If you think about doing something a lot, then you are learning how to think about doing. Every moment you are happy, you are learning how to be even happier. Every time you act, you are learning how to take an action even better. What is it that you’ve been learning today? What is it that you want to learn tomorrow?

Kutipan di atas gua dapet dari app facebook favorit gua, tapi kutipan di atas tuh ngasih gua inspirasi buat cerita tentang suatu hal

Pada nonton AVATAR kan? Buat yg nonton pasti tau ungkapan salam yg dipake sama bangsa Na’Vi, “I See You”

Ungkapan “I See You” tadi maknanya tuh ga sama kayak “Selamat Siang”, “Halo Apa Kabar?”, “Nice To Meet You”, dll… Maknanya juga ga sama dengan “I Love You”, no, no, bukan itu. Maknanya jauh lebih dalem dari sekedar salam aau cinta

“I See You” jelas artinya bukan secara harafiah “Aku Melihat Mu”, tapi artinya tuh lebih ke arah “I see into you”, “I understand you”, “aku melihat ke dalam dirimu”, “aku memahamimu” Keren kan? It’s something deeper, more than just a love, but an UNDERSTANDING

Ada pepatah bunyinya gini, “Love is not blind, love sees but doesn’t mind”
Menurut gua, pepatah tadi tuh cukup menggambarkan makna di balik ungkapan “I See You” tersebut

Bahwa mencintai, bukanlah sekedar ingin memiliki
Bahwa mencintai, bukanlah sekedar ingin mencumbui

Bahwa mencintai, adalah bagaimana kita saling memahami
Bahwa mencintai, adalah bagaimana kita saling melengkapi

Dan sesuai dengan kutipan di atas, today, I learned to SEE

To see through her mind, to see into her heart, and to understand and accept her for what she is

Gua ga peduli soal masa depan, gua bakal jadian ma dia ato ngga, dll dll…tapi yg penting buat sekarang adalah bagaimana gua memberikan yg terbaik buat dia, untuk “melihat” dia apa adanya, memahami dirinya hingga titik dan koma, and to love her, with all I am…

Oel ngáti kámeie
“I See You”

Nga yáwne lu oér

Bookmark and Share

Science vs Religion

Seorang Profesor Filosofi penganut Atheis sedang berbicara kepada kelasnya mengenai masalah pertentangan ilmu Sains dengan TUHAN YANG MAHA KUASA. Ia bertanya kepada salah satu mahasiswa barunya yang taat beragama.

Profesor: Kamu beragama Kristen, iya kan nak?

Murid: Iya.

Profesor: Jadi, kamu percaya adanya TUHAN?

Murid: 100%, Pak.

Profesor: Apakah TUHAN baik?

Murid: Pasti.

Profesor: Apakah TUHAN MAHA KUASA?

Murid: Iya..

Profesor: Saudara saya meninggal dunia karena kanker meski pun dia sudah berdoa kepada TUHAN untuk menyembuhkannya. Sebagian besar dari kita akan mencoba membantu orang yang sedang sakit atau kesusahan. Tapi TUHAN tidak melakukannya. Jadi bagaimana bisa TUHAN dianggap baik? Hmm?

(Murid terdiam)

Profesor: Kamu tidak bisa menjawab, kan? Mari kita coba lagi, anak muda. Apakah TUHAN Baik?

Murid: Iya.

Profesor: Apakah Setan baik?

Murid: Tidak.

Profesor: Darimana datangnya Setan?

Murid: Dari … TUHAN..

Profesor: Itu benar. Beritahu saya, nak, apakah ada kejahatan di dunia ini?

Murid: Iya..

Profesor: Kejahatan ada dimana-mana, kan? Dan TUHAN menciptakan segala hal. Benar?

Murid: Benar.

Profesor: Jadi, siapa yang menciptakan kejahatan?

(Murid terdiam)

Profesor : Apakah ada penyakit di dunia? Keabadian? Kebencian? Kejelekan? Semua hal buruk ini ada di dunia, bukan?

Murid: Iya, Pak.

Profesor: Jadi, siapa yang menciptakan semua hal buruk itu?

(Murid tidak punya jawaban)

Profesor: Ilmu Sains mengatakan bahwa kamu memiliki 5 indera yang dapat kamu gunakan untuk mengidentifikasi dan mengobservasi dunia sekitarmu. Beritahu saya, nak…Apakah kamu pernah Melihat TUHANmu?

Murid: Tidak, Pak.

Profesor: Beritahulah, apakah kamu perngah Mendengar TUHAN?

Murid: Tidak, Pak.

Profesor: Apakah kamu pernah Merasakan TUHANmu, Memegang TUHANmu, Mencium TUHANmu? Apakah kamu pernah mengalami persepsi indera apapun tentang TUHAN?

Murid: Tidak, Pak. Saya tidak pernah.

Profesor: Tapi kamu masih Percaya kalau DIA ada?

Murid: Iya.

Profesor: Berdasarkan Protokol Empiris, Dapat Diuji, dan Dapat Didemonstrasikan, Ilmu Sains mengatakan bahwa TUHAN tidak ada. Apa yang bisa kamu katakan untuk menanggapi pembuktian itu, nak?

Murid: Tidak ada. Saya hanya memiliki kepercayaan saya.

Profesor: Ya, Kepercayaan. Dan itulah Masalah yang dimiliki Ilmu Sains dengan TUHAN.

Murid: Profesor, apakah ada suatu hal yang disebut Panas (Heat)?

Profesor: Iya

Murid: Apakah ada suatu hal yang disebut Dingin (Cold)?

Profesor: Iya.

Murid: Tidak, Pak. Tak Ada.

(Kelas mulai terdiam dengan keadaan yang tiba-tiba berbalik)

Murid: Pak, hal-hal yang disebut “Lots of Heat”, bahkan “More Heat”, “Superheat”, “Mega Heat”, “White Heat”, “Little Heat” atau “No Heat” memang ada. Tapi tidak ada hal yang disebut Cold secara sains. Kita bisa menurunkan temperatur 458 celcius di bawah nol, yaitu kondisi yang disebut “No Heat”, tapi kita tidak bisa menurunkan temperatur lebih bawah daripada itu. Tidak ada sama sekali hal yang disebut Dingin (Cold). Dingin hanyalah sebuah kata yang kita gunakan untuk mendeskripsikan Tidak Adanya Panas (the Absence of Heat). Kita tak bisa mengukur Dingin. Panas adalah energi. Dingin bukanlah lawan dari Panas, Pak, dingin hanyalah Absence (tidak adanya) dari Panas.

(Kelas terdiam sunyi)

Murid: Bagaimana dengan Kegelapan, Profesor? Apakah ada hal yang disebut kegelapan ini?

Profesor: Iya. Apa itu Malam kalau tidak ada kegelapan?

Murid: Anda salah lagi, Profesor. Kegelapan adalah the Absence (tidak adanya) suatu hal. Kita memiliki Low Light (cahaya rendah), Normal Light (cahaya biasa), Bright Light (cahaya terang), Flashing Light (cahaya berkedip)… Tapi jika kita memiliki No Light (Tidak ada cahaya), kita tidak memiliki apa-apa dan itu yang kita sebut Kegelapan, bukan? Dalam realita, Kegelapan tidak nyata adanya. Karena jika ia nyata, kita pasti bisa membuat yang Gelap lebih Gelap lagi, bukan?

Profesor: Apa maksud yang ingin Anda sampaikan, Anak Muda?

Murid: Maksud saya adalah dasar pikiran filosofi Anda bermasalah, Profesor.

Profesor: Bermasalah? Bagaimana Anda bisa menjelaskan itu?

Murid: Pak, Anda berpikir menggunakan logika dasar pikiran Dualitas Anda berargumentasi bahwa ada Kehidupan dan ada juga Kematian, ada TUHAN baik dan ada TUHAN buruk. Anda melihat konsep TUHAN sebagai sesuatu yang terbatas, sesuatu yang dapat diukur. Pak, Ilmu Sains bahkan tidak dapat menjelaskan sebuah Pikiran… Ilmu Sains menggunakan konsep Electricity and Magnetism (Listrik dan Magnet), namun tidak pernah melihat, apalagi benar-benar mengerti kedua hal tersebut. Untuk menganggap Kematian sebagai Lawan dari Kehidupan, itu berarti kita pura-pura tidak tahu bahwa Kematian tidak akan bisa ada sebagai hal yang substantif (Yang dapat diukur dan diintensifkan, selayaknya Panas, Kehidupan, Cahaya, dan sebagainya.) Kematian bukanlah Lawan dari Kehidupan : kematian hanyalah absence (ketidak-adaan) dari Kehidupan. Sekarang beritahu saya, Profesor, apakah Anda mengajarkan murid Anda bahwa mereka berevolusi dari kera?

Profesor: Jika maksudmu adalah Teori Evolusi Darwin, maka iya, saya memang mengajarkan teori tersebut.

Murid: Apakah Anda pernah mengobservasi proses Evolusi dengan mata kepala sendiri, Profesor?

(Pak Profesor menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecil, mulai menyadari kemana arah argumen ini)

Murid : Karena tidak ada satupun orang yang pernah mengobservasi berlangsungnya proses Evolusi dan bahkan tidak bisa membuktikan bahwa Proses ini adalah sesuatu yang terus berlangsung, Bukankah Anda hanya mengajarkan sebuah opini, Profesor? Mungkinkah Anda bukan seorang ahli ilmu pengetahuan, melainkan seorang khatib/pendeta?

(Seisi kelas ribut hebat)

Murid : Apakah ada seseorang di dalam kelas ini yang pernah melihat otaknya Profesor?

(Seisi kelas ketawa)

Murid: Apakah ada seseorang di sini yang pernah mendengar otak sang Profesor, merasakannya, memegangnya, ataupun mencium baunya? Sepertinya tidak ada seorangpun yang pernah melakukan itu. Jadi, berdasarkan peraturan Protokol Empiris, Tetap, dan Dapat Didemonstrasikan, Ilmu Sains mengatakan bahwa Anda tidak memiliki Otak, Profesor. Dengan segala hormat, Profesor, bagaimana kami bisa mempercayai ajaran kuliah Anda kalau seperti ini kenyataanya?

(Kelas terdiam lagi. Sang Profesor menatap muridnya, dengan ekspresi yang susah diartikan.)

Profesor: Mungkin kamu harus bisa mempercayainya hanya dengan KEYAKINAN HATI, nak.

Murid: Itu dia Pak…tepat sekali! Hubungan antara manusia dan TUHAN adalah KEYAKINAN, IMAN. Hanya itu yang membuat hal-hal hidup dan bergerak.

NB:

Murid itu adalah Albert Einstein.

Silakan simpulkan sendiri apa makna yg mau disampaikan cerita ini ;p

Bookmark and Share

The Art of Loving

Tuhan pernah berbisik…… Ketika aku kirimkan padamu seorang teman, Aku tidak memberikan sesorang yang sempurna karena engkaupun tak sempurna. Aku mempertemukanmu dengan teman teman yang sama dengan mu, sehingga kalian dapat saling mengisi, berbagi dan bertumbuh bersama.

Jika kamu memancing ikan, ketika ikan itu terikat di mata kail, hendaklah angkat dan jagalah ia dengan baik. Janganlah sesekali kamu lepaskan ia begitu saja…. Karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu . Begitulah juga dalam kehidupan. Janganlah kamu banyak memberi banyak pengharapan kepada seseorang, bila memang rasa itu tak pernah ada.

Ketika kamu menyukai seseorang dan ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu bisa menjaga hatinya. Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja. Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat… ..

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh, tapi cukupkan sebatas apa yang kamu perlukan. Karena bila sekali ia retak, akan sukar bagimu untuk menjadikannya kembali seperti semula. Akhirnya kamu akan kecewa dan ia akan dibuang. Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya. Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa. Anggaplah ia manusia biasa. Sehingga apabila sekali ia melakukan kesilapan maka akan lebih mudah bagi kamu untuk menerima ketidak sempurnaannya dan memaafkannya. Berbagilah kasih, berusahalah saling menerima dan peliharalah sifat mudah memaafkan, dengan demikian persahabatan menjadi lebih indah.

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi yang pasti baik, putih dan sehat untuk dirimu, mengapa kamu harus berlengah dan mencoba mencari makanan yang lain ? Begitu juga ketika kamu bertemu dengan seorang yang membawa kebaikan kepada dirimu, menyayangimu, mengasihimu dengan tulus dan sepenuh hati, mengapa kamu harus berlengah dan mencoba membandingkannya dengan yang lain?. Ingatlah, jangan pernah mengejar kesempurnaan, karena kelak, kamu akan kehilangan yang terbaik yang sudah kau raih dan kamu akan menyesal.

Ya Tuhan, terima kasih bisikan indahmu. Aku mohon ya Tuhan, ketika aku menyukai seorang teman, tolong ingatkanlah aku bahwa di dunia ini tak akan pernah ada sesuatu yang abadi. Pada masanya, segala sesuatu itu pasti akan berakhir. Sehingga ketika seseorang meninggalkanku, aku akan tetap kuat dan tegar karena aku bersama Yang Tak Pernah Berakhir, yaitu cinta mu ya Tuhan…

Orang bijak berucap :
Mencintai seseorang adalah keharusan
Dicintai seseorang adalah kebahagiaan
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya…..

Bookmark and Share

1. Best Friend :
? Rai, Boby, Andy, Ryan, Baka, Kodok, Huey, David, Christ, Maw2, Lia, Ivana, Retta
.
2. Best Teacher :
? Pa Ray…top abis deh GSM-nya, wkwkwk
.
3. Best Night :
? 21 April 2009 ^^
.
4. Best Enemy :
? Seseorang yg udah gua ban dari fb gua, wkwkwk
.
5. Worst Night :
? 27 Juni 2009  >__

Bookmark and Share

Kilas Balik 2009

Sebelum ini udah nulis panjang2 tapi ilang…grrrrr…jadi kali ini gua nulis singkat2 aja ya >_

Ga kerasa ya, taun 2009 udah berlalu. Taun 2009, taun yg bener2 penuh warna buat gua. Jatuh cinta, patah hati, dapet musuh orang brengsek (kalo ga brengsek kaga bakal jadi musuh kali), ke Pangandaran sama temen n sama nyokap (2x), suka duka jadi Pembina, temen baek gua (akhirnya) jadian juga, dapet banyak sahabat baru, belajar ngelukis, belajar fotografi, mulai ngeband lagi, mulai deket sama Tuhan, dll…singkatnya, taun 2009 gua belajar banyak dan hopefully itu semua berguna buat bikin gua a better person dari gua yg dulu ;p

Oke, kira2 ini kilas balik taun 2009 gua

Januari

Menyambut taun baru di villa, belajar maen BANG

Ke Pangandaran sama temen2 Dora Clan’

Still, living a lonely life with a big hole in my heart

Februari

Pertama kalinya maen ke sanggar setelah ga aktif selama hmm…1 tahun?

Pertama kalinya ngeliat “dia” ngebina sendiri, jadi inget diri gua sendiri

Ngebantuin pramuka bikin stand pas hari Valentine

Akhirnya memutuskan untuk mulai ngebina lagi

Maret

Hari-hari ngebina yg melelahkan tapi menyenangkan

Liga hockey di Pramuka

Pertama kalinya pergi ke luar berdua bareng dia

Motret donat, dah kayak neraka >_

Akhir bulan, sakit parah, tapi gara2 ini gua jadi makin deket ma “dia”

April

I fall in love with her

Nembak di villa waktu Paskah

3 minggu terindah sepanjang hidup gua (jadi inget gua belom beres ngepost semua “3 Minggu Untuk Selamanya” ;p)

Ke Pangandaran sama nyokap

Mei

DITOLAK…aaaaa

Akhir bulan gua ditabrak lari, untungnya gpp berkat helm gua

Pertama kalinya diterapi lintah…oh nooo

Juni

Akhir kuliah, tugas menggila, langsung disambung sama SP…aaaaa

Akhir bulan, dimusuhin sama dia untuk pertama kalinya

CIC, the worst camping ever!

Ke Garut sama temen2 Dora Clan, berendem ke Cipanas

Juli

Tgl 10, pertama kalinya ngajarin dia motor, and she gave the sweetest gift ever

MJ meninggal…aaaaaaaa…RIP my hero…

Pertama kali belajar ngelukis, wkwkwk

Agustus

Ultah Andi, surprise yg gagal

Ultah Rai…makan tuh tepung ;p

Another lonely bday…untung ada temen2 marnat gua yg selalu gila ;p thx guys! Taun depan gua bales kecapnya! Stay tuned!

Dikasih surprise ma anak2 pramuka…thx a lot, love u all muah muah

Ulang janji pramuka…mantabbbb…wkwkwk

September

Jatinangor Camp…best camp ever…lots of memories with her

Pertama kalinya gua sadar kalo gua punya saingan berat banget, yeah, God loves her too…glad to know that

Tgl 19 ngeliat kembang api di atas rumah gua bareng dia

Tgl 25…factory outlet ;p

Oktober

Sebulan menekuni Panda Express ;p

Masalah di rumah tambah parah

Branding, tugas bikin 400 sketsa!!! aaaaaaaaa

November

Ultah si boby, hanamasa ow yeah!!!

Masalah di rumah mencapai puncaknya, dan meletus

Dimusuhin lagi >_

Nonton MG, mulai bertekad untuk merubah hidup gua

Everything’s out of control, I had nowhere to go, gua kehilangan pegangan…akhirnya gua give up, gua pasrah, dan menyerahkan semuanya ke Tuhan

Turning point dari hidup gua

Desember

Ultah dia

Mulai ngeband

Jadi Piet Item ;p

Sebulan penuh yg diisi dengan doa dan introspeksi

Tugas menggila…GSM oh GSM…betapa kejamnya dikau

Malam Natal yg indah…belom seindah yg gua impikan buat oh well…harus bersyukur atas anugerah yg dikasih Tuhan

Unforgetable New Year Eve…with her…with my Mom and Dad

Oke, kira2 itulah taun 2009 gua yg penuh warna. I learn a lot…Thx God

Please continue to watch over me this year ;p

Bookmark and Share

Is it possible to live forever?

Gua bakal bahas jawaban dari pertanyaan itu lewat postingan gua kali ini…

Pernah ga lu kehilangan orang yg lu sayangin?

Kehilangan di sini tuh maksudnya kehilangan selama2nya, alias…dead

Gua pernah…

Nenek gua waktu gua kecil
Temen chatting gua taun 2001
Kakek gua bulan oktober 2005
Eddie Guerrero, pegulat smackdown kesayangan gua di taun 2005
Sahabat terbaik yg gua sayangi, dd angkat gua, november 2006
Dan terakhir, Michael Jackson, penyanyi favorit, idola gua dari kecil, taun 2009

Waktu nenek gua meninggal, gua masih kecil, jadi gua waktu itu ga inget rasanya kayak gimana. Begitu juga waktu temen chatting gua meninggal. Well, I had a crush on her, but I never really know her, so yeah, sedih sih, but that’s it, beberapa waktu kemudian gua udah ga sedih lagi. Tapi waktu kakek gua meninggal taun 2005, I begin to understand how does it feels to lose someone you love.

Gua ga terlalu deket ma kakek gua itu, I mean we never really talked about something important, apalagi mungkin waktu itu gua masih termasuk kecil, baru masuk SMA. Tapi ya, gua bisa ngerasain kalo dia tuh sayang banget sama gua dan mama gua. Ngeliat mama dan sodara2 gua nangis, mau ga mau gua juga kebawa sedih.

Gua inget waktu itu gua berdiri di samping peti kakek gua, ngelatin kakek gua yg biasanya selalu semangat dan penuh senyum itu terbaring, kayak lagi tidur, smiling peacefully, but then I realized, kalo dia ga akan pernah bangun lagi. It makes me somehow, sad… Gua inget pernah ketemu dia di BSM, waktu itu gua masih SMP n lagi jalan2 ma temen2 gua. Kakek gua itu manggil gua terus nyelipin uang 50 ribuan ke saku gua. “Buat jajan” katanya. I’m overwhelmed…with tears when I remember that simple memories.

Waktu itu, gua ngobrol ma dd angkat gua soal hal ini. Dia punya penyakit parah yg mengancam nyawanya setiap saat, jadi gua pikir mungkin sebenernya ini topik yg sensitif buat dia, tapi waktu itu gua keceplosan nanya ke dia. “Sya, menurut lu, sebenernya kematian itu apa sih? Is it scary? Is it peaceful? Is there really life beyond death?” Dd angkat gua kaget pas denger pertanyaan dia, dia diem sebentar mikir, terus dia senyum dan ngejawab pertanyaan gua.

Kematian, she said, adalah sesuatu yg ada, tapi selalu kita pungkiri keberadaannya. Living is constant deying for death. Dia diem sebentar, terus ngelanjutin. Kita hidup di dunia ini seolah2 kematian tuh ga ada. Kita belajar, kita maen, kita marah, kita sedih, kita makan, kita nangis, kita ketawa, kita jatuh cinta. Kita lupa sama yg namanya kematian, soalnya kita terlalu sibuk sama hidup kita sehari2. But it is there. And when it hits, it hits hard.

Gua ngerti maksud kata2 dia. Dia udah kehilangan mamanya dari kecil, di usia yg begitu muda, dia udah harus ngalamin pahitnya kehidupan. Kehilangan orang yg dia sayangi, orang yg tiap hari ada di sisi dia. Sementara waktu seumur dia, gua masih nangisin Aeris, karakter kesayangan gua di Final Fantasy 7, mati gara2 emang jalan ceritanya begitu. Gimana ya rasanya, kalo orang yg biasanya tiap saat ada di sisi kita, tiba2 hilang, poof, gone, dari kehidupan kita. Here one day, gone one night, seperti yg mama gua rasain saat kakek gua meninggal.

Udah itu gua tanya ke dia lagi, “Is it possible to live forever?” Dia cuma senyum dan jawab “You have to find the answer by yourself”

Setelah pembicaraan hari itu, gua mikir, mikir serius, soal hidup ini. Gua ngerasa, badan ini cuma pinjeman dari Tuhan. Cuma sementara, ada batas waktunya. Ngomong kasarnya mah, setiap tarikan nafas, berarti satu tarikan nafas lagi mendekati kematian. Berapa tarikan nafas lagi yg masih tersisa buat kita? Satu, sepuluh, seratus, sejuta, ratus ratus ratus juta milyar lagi? We’ll never know. Hidup ini cuma sekali, cuma sebentar, karena itu, kita harus manfaatin waktu kita untuk lebih banyak berkarya, lebih banyak ngambil kesempatan, lebih banyak nikmatin hidup, sayang banget kalo kita sia-siain begitu aja.

Dd angkat gua akhirnya memberi jawaban atas pertanyaan gua itu. Kurang lebih satu tahun setelah percakapan gua dan dia itu, dia pergi, untuk selama-lamanya, and I was devastated. Bertahun2 dia hidup dengan penyakit yg menggerogoti tubuhnya, dan sekarang, akhirnya dia terbebas dari segala penderitaan itu. Seperti kakek gua, dia juga terbaring, tidur, dengan senyum damai. Gua berdiri di samping pembaringan dia, dan gua peluk dia…dingin…hampa, kosong, just a vessel without a soul. Gua bertanya2, apa dia pergi dengan damai? Apa dia udah ga ada lagi yg pengen dilakuin dalem hidup ini?

Tapi somehow, di balik semua kesedihan gua, gua ngerasa kalo dia tuh ga bener2 mati. Dia, dan semua kenangan akan dia, tetep hidup di dalem diri gua. Semangat berjuang dan keteguhannya menghadapi segala cobaan hidup, membekas di dalam hati dan pikiran gua. In fact, she continue live, within me. She showed me the answer of my question, in the way she lived. She inspires me. She came into my life, stay for a while, and then leave…but my life will never be the same again. People come and go in our life, but their footprints will stay, leaving a mark in our heart, and our life will never be the same again.

Gua yakin suatu hari nanti juga bakal mati. Soon or later, I will die, definitely. Makanya, gua harus ciptain sesuatu yg ga bakal mati, meskipun gua mati. Gua pernah denger pepatah “The goal is not to live forever, but to create something that will.” Jadi, raga ini bukan sesuatu yg abadi, suatu hari bakal mati, membusuk, dan punah. Tapi apa yg pernah kita lakukan, bakal membuat kita dikenang sama orang lain. That way, jiwa kita bisa terus hidup, walaupun badan ini musnah. Michael Jackson juga pernah ngomong gini, “Music has been my outlet, my gift to all of the lovers in this world. Through it — my music, I know I will live forever.”

Hidup ini singkat. Seperti yg Michael Jackson nyanyiin lewat lagunya “Gone Too Soon”, seperti komet yg melintas sekilas di langit malam, bagaikan sang surya tenggelam di kala senja. Gua ga mau idup gua yg singkat ini, sirna, hilang tak berbekas begitu saja. Gua ga mau cuma sekedar jadi nama yg terukir di batu nisan. Soon, everyone will forget about me. I don’t want that to happen. Dan sewaktu hidup juga gua ga mau cuma sekedar jadi manusia yg cuma sekedar menuh2in bumi aja. I born, I lived, I died. It’s pointless. I want to be special, or in fact, I want to die special. Seperti dd angkat gua. I want to be remembered, not for who I am, but what I’ve done…

So, is it possible to live forever?

Yes, it is

Gone Too Soon - Michael Jackson
http://www.youtube.com/watch?v=5X6ry3BYInk

Like A Comet
Blazing ‘Cross The Evening Sky
Gone Too Soon

Like A Rainbow
Fading In The Twinkling Of An Eye
Gone Too Soon

Shiny And Sparkly
And Splendidly Bright
Here One Day
Gone One Night

Like The Loss Of Sunlight
On A Cloudy Afternoon
Gone Too Soon

Like A Castle
Built Upon A Sandy Beach
Gone Too Soon

Like A Perfect Flower
That Is Just Beyond Your Reach
Gone Too Soon

Born To Amuse, To Inspire, To Delight
Here One Day
Gone One Night

Like A Sunset
Dying With The Rising Of The Moon
Gone Too Soon

Gone Too Soon

If you enter this world knowing you are loved and you leave this world knowing the same, then everything that happens in between can be dealt with. ~Michael Jackson~

Bookmark and Share

Jejak Langkah

Memang aku tak slalu hadir
Dalam mimpi indahmu
Mungkin aku tlah berlalu
Jadi kenangan yang tak kau banggakan

Tapi bagiku cinta…
Adalah harta yang tersimpan

Jejak langkah yang kau tinggal
Mendewasakan hatiku
Jejak langkah yang kau tinggal
Takkan pernah hilang s’lalu
Bagitulah cintaku

Walau kau hanya singgah
Sekejap di cinta tulus ini
Tapi sangatlah berharga
Jadi kenangan yang aku banggakan

Maka bagiku cinta…
Adalah harta yang ku simpan

Jejak langkah yang kau tinggal
Mendewasakan hatiku
Jejak langkah yang kau tinggal
Takkan pernah hilang s’lalu
Bagitulah cintaku

Selamat jalan kekasih
Temukan yang jauh lebih baik
Jangan pernah kau sesalkan
Janji yang kau ucap padaku dulu

Jejak langkah yang kau tinggal
Mendewasakan hatiku
Jejak langkah yang kau tinggal
Takkan pernah hilang s’lalu
Bagitulah cintaku

Jejak Langkah - Glenn Fredly & Tohpati
http://www.youtube.com/watch?v=0NtfK0LDzr0

Bookmark and Share

Older Posts »